Dikatakan, melalui program ini cukup membantu kelompok memperoleh pakan ternak dan pupuk untuk tanaman yang lebih ekonomis.
“Maggotnya di jual dengan harga Rp10 ribu sampai Rp12 ribu. Untuk sementara hanya bisa memenuhi kebutuhan di desa saja,”terangnya.
Untuk diketahui, budidaya Maggot Desa Tirta Jaya merupakan Replika dari pusat budidaya Maggot Desa Sentral Timur Kecamatan Toili.
Tim mediapun segera bertolak menuju Desa Sentral Timur. Sesampainya disana, belasan wartawan melihat langsung program Integrated Farming BSF Gen Toili.
Diareal lahan seluas 1 Ha itu terdapat tempat budidaya Maggot, kolam ikan lele, Ikan Mas, Ikan Koi, Tanaman Jagung, Cabai, Tomat dan Terong serta peternakan puyu.
Kepada sejumlah awak media, perwakilan kelompok Syamsul menceritakan ide awal membangun budidaya Maggot.
“Awalnya kita ngumpul begitu sama teman-teman, membahas mahalnya pakan ikan dan ternak. Dari situ muncul ide bagaimana kalau kita coba budidaya maggot,mengatasi mahalnya pakan,” jelas Samsul.
Dari usaha ini kata dia, BSF Gen Toili mampu menyuplai bahan pangan berupa ikan dan sayuran kepada warga sekitar.
Menariknya lagi, warga yang membawa sampah organik mendapat imbalan berupa sayuran hasil kebun kelompok.
