Agenda itu menurutnya merupakan bentuk transparansi Pertamina EP DMF kepada insan pers.
“Ini sangat luar biasa. Kami bisa melihat langsung program program yang digenjot Pertamina EP DMF dalam hal pemberdayaan masyarakat,”ucapnya.
Usai mengunjungi rumah produksi dan Galery UMKM Desa Nonong, selanjutnya tim media PWI bertolak ke Desa Tirta Jaya, melihat langsung budidaya Maggot binaan PT.Pertamina EP DMF.
Konsep usaha yang dikembangkan oleh kelompok Maggot Jaya tersebut dilakukan secara terintegrasi (Integrated Farm). Maggot menjadi pakan ikan, sementara bekas kotoran Maggot (Kasgot) dijadikan pupuk tanaman cabai di kawasan itu. Pakan Maggot sendiri adalah sampah organik bekas makanan yang diambil dari sejumlah rumah makan dan Dapur MBG.
Memasuki lokasi itu tim media melihat langsung tahapan budidaya Maggot. Mulai dari penyiapan induk lalat Black Soldier Fly (BSF) (Hermetia illucens), penetasan telur hingga produksi Larva.
“Terimakasih kepada PT.Pertamina EP DMS yang telah membantu fasilitas budidaya Maggot yang kami dirikan sejak 2025. Di lahan milik Desa ini semuanya dilakukan secara terintegrasi,”tutur Kepala Desa Tirta Jaya Agus Farhan dihadapan para wartawan.
