Breaking News

Kabut Asap, TK-SD di Banggai Diliburkan, BMKG Akui Belum Punya Alat Ukur PM2.5

Daniel juga mengingatkan bahwa kabut asap berpotensi mengurangi jarak pandang. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara maupun melakukan perjalanan laut.

Pengguna jalan diimbau berhati-hati ketika melintasi kawasan yang diselimuti asap. Hal serupa berlaku bagi masyarakat yang melakukan perjalanan laut, terutama apabila jarak pandang mengalami penurunan.

Masyarakat Diimbau Hindari Paparan Asap

Selain menetapkan kebijakan di sektor pendidikan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di kawasan yang terdampak kabut asap.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Aktivitas pembakaran terbuka berpotensi menambah sumber asap dan memperburuk kondisi udara.

Orang tua diharapkan memberikan perhatian khusus terhadap kondisi anak-anak selama kabut asap berlangsung. Apabila mengalami keluhan kesehatan, masyarakat disarankan mencari pertolongan tenaga medis.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.

Keterbatasan alat pengukuran konsentrasi partikel pencemar yang disampaikan BMKG menjadi salah satu catatan dalam upaya penanganan kabut asap di Kabupaten Banggai. Ketersediaan data kualitas udara yang terukur dapat mendukung penilaian risiko dan pengambilan keputusan untuk melindungi kesehatan masyarakat.(Nona/BRP)

Bagikan: