“Jika kondisi ini terus dibiarkan, akan muncul kesan bahwa keselamatan masyarakat tidak menjadi prioritas. Lubang yang semakin dalam di badan jalan seolah menjadi simbol dari harapan rakyat yang juga semakin dalam, namun tak kunjung mendapat perhatian,” tegas Fikri.
Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Banggai untuk segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, perbaikan jalan tersebut tidak bisa lagi ditunda mengingat potensi kecelakaan yang terus mengintai pengguna jalan setiap hari.
“Rakyat hanya ingin jalan yang layak. Setiap hari masyarakat melewati jalan yang penuh lubang dengan rasa khawatir akan keselamatan mereka,” ujar Fikri Palawa.
Fikri juga mengingatkan, jika kerusakan tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan, yang rusak bukan hanya infrastruktur jalan, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak dasar warganya.
“Jalan berlubang bukan sekadar kerusakan fisik. Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Kerusakan yang terus dibiarkan berlarut-larut mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan rakyat,” pungkasnya.(Alin)
