Hal ini sambung Rifat tidak bisa dibiarkan, dan harus secepat mungkin di antisipasi melalui upaya-upaya gerakan melawan politik uang. Sebab, politik uang merupakan suatu kejahatan luar biasa dan merusak mental bangsa dan pemimpin bangsa kedepanya.
Sebagai penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banggai mempunyai yang sangat besar dalam menjaga pemilu berjalan dengan baik, sehingga terciptanya Pemilih yang berdaulat dan berintegritas.
“Menurut kami, ukuran keberhasilan pemilu bukan soal berapa banyak orang yang datang ke TPS untuk mencoblos, tetapi bagaimana membangun kesadaran masyarakat sehingga ketika menentukan pilihan yang menjadi ukuran adalah soal ide dan gagasanya bukan karena di mobilisasi menggunakan uang” Ujar Rifat, yang juga Ketua DPC GMNI Luwuk Banggai.
“Kita Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Luwuk Banggai yang Tergabung di dalam Cipayung plus, melalui Rumah Kebangsaan akan melakukan roadshow kedesa-desa dalam upaya untuk membangun kesadaran masyarakat dengan tema besar yaitu menolak Politik Uang, Politisasi Sara, dan Kampanye Hitam” pungkasnya. (NS)
