Hal itu memungkin, Lihat saja setiap trip kapal pada rens waktu tiap dua minggu. Ikan-ikan yang ditangkap oleh nelayan kita dikirim ke Daerah Papua, Surabaya, Makassar dan Ibu Kota Jakarta. Jumlahnya terbilang amat besar yakni 10-20 kontainer setiap pengiriman. Belum termasuk ikan yang dibawa langsung oleh kapal-kapal nelayan ke Kota Kendari, Morowali untuk suplai kebutuhan perusahaan pertambangan nikel terbesar di Sulawesi yakni PT.IMIP dan juga untuk Perusahaan minyak PT. Senero Donggi LNG di Batui Kabupaten Banggai.
Simpelnya, jika kita menghitung angka terkecil dalam 1 kontainer, kemudian dirata-ratakan isinya 10 ton x 10 kontainer setiap dua minggu, maka totalnya adalah 100 ton setiap minggu aktivitas pengiriman ikan dari Kabupaten Balut. Itu semua belum termasuk ikan yang langsung dibawa ke tempat-tempat lain yang tidak terdeteksi. Itu adalah angka yang terbilang fantastik untuk menggenjot PAD.
