Sementara itu Bupati Banggai menilai, untuk mengangkat serta melestarikan pendidikan dan kebudayaan yang ada didaerah ini harus memerlukan komitmen moral dari segenap elemen masyarakat utamanya orang yang mengklaim sebagai anak negeri untuk mau berbuat dan menghargai adat istiadat di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai Hj. Nurdjalal. SH, pada kesempatannya mengatakan, kegiatan lomba gebyar museum yakni mendongeng, lomba pidato Bahasa daerah, lagu nasional. Permainan rakyat terdiri dari tatengka, lempar gasing, congklak dan ponti (permainan biak-biak). Lomba tersebut di ikuti siswa Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah,SMP/Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Banggai. Ucapnya.
Saat Bupati Banggai membuka kegiatan tersebut, sejumlah peserta diberikan kesempatan untuk membawakan pidato Bahasa daerah, Bupati Banggai juga diberi kesempatan untuk mencoba permainan rakyat mulai dari gasing dan tatengka. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan media pembelajaran sekolah dan kunjungan ke museum daerah bersama Bupati Banggai.
Hadir bersama Bupati Banggai, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banggai, Kadis Pendidikan, Lembaga Adat Kabupaten Banggai, Perwakilan Rektor Unismuh dan Tompotika, Kepala Sekolah bersama Koordinator Pendidik, Ketua PGRI Kabupaten Banggai, Panitia, Juri dan Peserta Lomba. (NS/KF)
