“Manfaatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan untuk memantau potensi bencana, mengembangkan sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas mitigasi bencana, serta meminimalisasi risiko bencana,” imbau Wapres.
Sejalan dengan Wapres, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan mengenai tantangan bencana ke depan yang semakin kompleks. Dampak perubahan iklim semakin terasa dan membuat dampak bencana semakin signifikan.
Suharyanto juga menekankan bahwa, keselarasan antara strategi dan kebijakan harus didukung inovasi dan teknologi yang memungkinkan respons cepat. Sebab, hal ini akan dapat menjawab tantangan perencanaan untuk mengantisipasi, mencegah dan membangun kesiapsiagaan.
Bupati Amirudin menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan koordinasi efektif antarwilayah dalam menangani bencana. Dia juga menegaskan pentingnya penerapan tindakan preventif untuk memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. (Dkf)
