Hadir di Ujian Tertulis Bacakades, Ini Pesan Bupati Sofyan Kaepa

SERAHKAN SOAL : Bupati Sofyan Kaepa menyerahkan soal tes tertulis kepada Panitia Kabupaten untuk dibagikan pada peserta bakal calon kades usai menerima dari tim penyusun soal.(FOTO MOHAMAD IKBAL)


BANGGAI POST, BALUT– Sebanyak 64 bakal calon kades dari sembilan desa enam kecamatan mengikuti seleksi ujian tertulis, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Mominit Kecamatan Banggai Tengah, Rabu (1/9).

Dari sembilan desa yang mengikuti ujian tertulis bakal calon kepala desa, desa Matanga kecamatan Banggai Selatan yang paling banyak memiliki bakal calon yakni sembilan. Sedangkan satu dari tujuh kecamatan yang tidak mengikuti ujian tertulis yakni kecamatan Bangkurung. Meski di kecamatan itu terdapat beberapa desa yang akan ikut Pilkades serentak gelombang II tahun 2021 ini. Hal ini disebabkan, desa-desa tersebut memiliki bakal calon Bupati tidak lebih dari lima orang.

Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa yang hadir dalam ujian tertulis tersebut, memberikan arahan sekaligus memberikan beberapa pertanyaan kepada para bakal calon kades. “Apa niat-niat saudara mencalonkan kepala desa, Sebutkan asal pendapatan desa dan dana tersebut berasal dari mana,” tanya Bupati Sofyan kepada bakal calon kades. Beberapa bakal calon kades memberikan jawaban atas pertanyaan Bupati.

Orang nomor satu di Banggai Laut itu juga mengatakan, jika nanti saudara-saudara terpilih sebagai kepala desa, kelola dengan baik anggaran yang ada, baik itu Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD).
Karna saat ini kata Sofyan, ada 11 desa di Banggai Laut yang akan berhadapan dengan hukum. Akibat pengelolaan keuangan yang tidak baik. “Jika nanti terpilih jadi kepala desa, yang bukan hak saudara jangan diambil. Dan anggaran yang diperuntukkan kegiatan contohnya pengadaan perahu viber jangan dibuatkan posko covid-19. Ini pengelolaan keuangan yang salah,” terang Bupati.

Sofyan juga mengungkapkan, pemerintah daerah akan memberikan apresiasi pada desa yang tatakelola Pemerintahan dan keuangan baik. “Silakan berkompetisi dengan baik, jangan bermusuhan. Karna ujung tombak pembangunan daerah itu ada di desa dan yang sebenarnya memiliki masyarakat itu kepala desa,” tuturnya.

Sekali lagi, Bupati Sofyan mengingkatkan, jika rakyat memberikan amanah menjadi kepala desa, ADD dan DD jangan salah digunakan. Kalau salah bisa masuk penjara. “Bagi ASN yang mencalonkan diri, saya sudah izinkan. Kalau terpilih jangan salah melangkah. Karna kalau salah, resikonya besar pertama bisa masuk penjara dan kedua bisa dipecat dari ASN,” ucapnya. (IK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *