Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-105. Nico Williams melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum mengirimkan umpan mendatar ke depan gawang. Ferran Torres yang lolos dari kawalan bek Argentina langsung menyambar bola dan menaklukkan Dibu MartÃnez.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta dalam laga final.
Argentina berusaha membalas melalui Messi dan para pemain pengganti, tetapi kelelahan serta bermain dengan 10 orang membuat serangan mereka mudah dipatahkan hingga peluit panjang berbunyi.
Dominasi Spanyol Terbayar Manis
Secara keseluruhan, Spanyol tampil sebagai tim yang lebih layak menjadi juara.
La Roja unggul dalam penguasaan bola, jumlah peluang, serta intensitas serangan sepanjang pertandingan. Mereka konsisten mengontrol tempo permainan dan memaksa Argentina lebih banyak bertahan.
Di sisi lain, Argentina menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit ditembus. Disiplin lini belakang yang dikomandoi Cristian Romero dan Lisandro MartÃnez, ditambah performa gemilang Emiliano MartÃnez, membuat pertandingan tetap hidup hingga extra time.
Meski demikian, kartu merah Enzo Fernández menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan. Kehilangan satu pemain membuat Argentina semakin tertekan hingga akhirnya kebobolan.
