BANGGAIPOST.COM
Di balik ketangguhan Cristian “Cuti” Romero, Lisandro “Licha” Martínez, dan Nahuel Molina di lini belakang Timnas Argentina, tersimpan sebuah ritual yang telah menjadi bagian dari keseharian mereka. Ketiga pemain ini dikenal sebagai anggota “La Banda del Palo Santo”, kelompok kecil yang rutin melakukan ritual pembersihan energi sebelum bertanding.
Ritual tersebut berawal dari Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu Argentina dikejutkan kekalahan 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka. Lisandro Martínez yang sedang sakit meminta utilero tim membelikan palo santo dan sahumerio untuk membersihkan energi negatif di lingkungan tim.
“Ketika kami tiba di Qatar, saya yang pertama sakit. Demam, sakit tenggorokan, bahkan tidak bisa berbicara. Saya menelepon Marito (utilero) dan memintanya membelikan palo santo dan sahumerio,” kenang Martínez dalam wawancara yang dikutip Infobae.
Awalnya, ritual tersebut sempat dianggap aneh oleh beberapa rekan setim, termasuk Cristian Romero. Namun, seiring perjalanan Argentina hingga menjadi juara dunia, membakar palo santo setiap pagi, berdoa, bermeditasi, dan membersihkan ruang ganti maupun koridor hotel akhirnya menjadi rutinitas yang terus dipertahankan.
