Terkait penanganan Kesehatan, Pemda Banggai menyiapkan ruang isolasi khusus covid-19 di RSUD Luwuk dan Rumah Sakit Darurat, menggerakan seluruh potensi daerah dan masyarakat untuk penanganan covid-19, menyiapkan fasilitas rumah sakit darurat, serta memasang 50 tempat cuci tangan dan 30 bilik sterilsasi yang di tempatkan di titik-titik keramain di kota luwuk.
Sementara itu, untuk penanganan dampak ekonomi kata Bupati ditujukan untuk tetap menjaga terpenuhinya kebutuhan pokok dan ketahanan pangan daerah, utamanya untuk pencegah dampak panic buying, serta pemberian insentif dan stimulus kepada pelaku UMKM yang terkena dampak ekonomi.
Khusus penyediaan jaring pengaman sosial dilakukan dengan menggerakan seluruh potensi masyarakat hingga ketingkat desa dan dunia usaha, untuk bersama-sama pemerintah daerah saling membantu sesama.
Tidak hanya itu, Bupati Banggai juga memaparkan upaya Pemda dalam membangkitkan ekonomi masyarakat di masa pendemi. Diantaranya, menggeliatkan aktifitas pasar tani online dimasa pandemi, menggeliatkan faktor pariwisata dengan focus penguatan sumber daya lokal desa,
daya saing produk lokal UMKM yang tetap terjaga, serta Iklim inovasi yang stabil dimasa pandemi,”Angka kemiskinan di daerah Kabupaten Banggai yang pada tahun 2018 mencapai 9,12% sampai dengan 2021 saat ini alhamdulillah mengalami penurunan drastis yaitu 6,5%,”tutur Bupati.
