Mereka dapat mengoptimalkan algoritma melalui produksi konten yang dirancang sesuai karakter platform: video pendek berdurasi 15–30 detik dengan narasi emosional yang kuat, hook pada tiga detik pertama, serta elemen yang memancing interaksi. Strategi micro-influencer juga berpotensi semakin efektif karena dianggap lebih autentik dibandingkan figur publik besar. Pendekatan edutainment—mengemas pesan politik dalam bentuk hiburan, meme, atau cerita sederhana—lebih mudah diterima oleh Generasi Z yang cenderung menghindari komunikasi politik formal.
Kemajuan teknologi periklanan digital juga memungkinkan kampanye yang sangat presisi. Pengguna yang jarang mengunggah konten maupun berkomentar tetap dapat menjadi sasaran iklan berdasarkan jejak perilaku digital mereka. Kondisi ini mendorong model kampanye always-on, yakni komunikasi politik yang berlangsung terus-menerus, bukan hanya menjelang pemilu.
Sejumlah strategi serupa telah terlihat pada Pemilu 2024. Apabila tren Zero Posting semakin meluas, efektivitas pendekatan berbasis algoritma ini berpotensi meningkat karena ruang digital semakin sedikit diisi oleh percakapan organik antarpengguna.
