MASAMA, BANGGAIPOST.COM
Kesulitan ekonomi dan usaha yang tidak lagi berjalan membuat seorang nasabah salah satu bank konvensional anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai, mengalami keterlambatan pembayaran angsuran kredit.
Di tengah kondisi tersebut, nasabah mengaku mendapat tekanan dari sejumlah petugas penagihan yang mendatangi kediamannya pada Minggu (1/11), sekitar pukul 22.30 WITA.
Kepada Banggaipost.com, nasabah yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengungkapkan, kedatangan petugas pada malam hari tersebut berlangsung dalam suasana tegang. Ia mengaku mendapat kata-kata kasar dan bentakan dari petugas penagihan.
Peristiwa itu terjadi setelah dirinya pulang dari ibadah penghiburan atas meninggalnya salah seorang anggota jemaat.
Nasabah mengaku merasa dipermalukan di hadapan warga sekitar akibat cara penagihan yang dilakukan.
“Tim penagih sudah seperti debt collector dan rentenir. Kami dipaksa mencari uang untuk membayar, bahkan mereka menunggu sampai tengah malam. Kalau harus meminjam uang kepada orang lain atau rentenir dengan bunga 20 persen, justru semakin menambah beban kami,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan pembayaran terjadi karena kondisi usaha yang mengalami kemunduran. Kios alat tulis kantor (ATK) miliknya bahkan sudah tidak lagi beroperasi.
