Meski demikian, ia menegaskan tidak berniat menghindari kewajiban kredit. Saat ini, dirinya sedang berupaya mencari sumber penghasilan lain untuk memenuhi kewajiban pembayaran.
“Kalau memang suatu saat kami tidak sanggup membayar, bukankah ada mekanisme terhadap agunan tersebut sesuai ketentuan perbankan? Kami bukan tidak mau membayar, hanya tanggal pembayaran yang terlewat karena usaha sudah tutup. Sekarang kami sedang berusaha mencari sumber penghasilan lain,” ujarnya.
Nasabah tersebut berharap pihak bank mempertimbangkan kondisi ekonomi yang sedang dihadapinya dan membuka ruang komunikasi terkait penyelesaian kewajiban kredit.
Untuk memperoleh penjelasan dari pihak bank, Banggaipost.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada seorang petugas bank berinisial YA melalui pesan WhatsApp.
Namun, upaya konfirmasi tersebut belum berhasil. Nomor WhatsApp wartawan diduga telah diblokir oleh yang bersangkutan sehingga komunikasi tidak dapat dilanjutkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari petugas tersebut maupun klarifikasi resmi dari manajemen bank terkait pengakuan nasabah mengenai proses penagihan.(Alin)
