Dalam program vaksinasi, dua vaksin yang menjadi perhatian adalah RTS,S/AS01 dan R21/Matrix-M. UNICEF mendukung upaya sejumlah negara untuk memperluas akses vaksin tersebut bagi anak-anak di wilayah berisiko. Hasil uji coba di Ghana, Kenya, dan Malawi juga menunjukkan manfaat vaksinasi terhadap penurunan angka kematian anak.
Selain vaksin, kelambu berinsektisida tetap menjadi instrumen penting untuk mencegah gigitan nyamuk saat tidur. UNICEF melaporkan telah menyalurkan lebih dari 500 juta kelambu ke lebih dari 50 negara, sebagai bagian dari upaya melindungi anak-anak, ibu hamil, dan masyarakat yang tinggal di daerah endemis.
Langkah berikutnya adalah memastikan pasien memperoleh diagnosis dan pengobatan sedini mungkin. Bersama pemerintah, UNICEF mendukung penyediaan alat tes diagnostik dan obat antimalaria melalui layanan kesehatan terpadu, termasuk layanan yang menangani penyakit lain seperti diare dan pneumonia.
Edukasi masyarakat juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Melalui keterlibatan tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, perempuan, pemuda, kelompok keagamaan, dan sekolah, informasi mengenai pencegahan malaria diharapkan menjangkau lebih banyak keluarga sekaligus menangkal mitos dan informasi keliru.
