BANGGAI POST, BALUT- Menindaklanjuti hasil temuan dilapangan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai Laut menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan sejumlah OPD terkait, diantaranya Diskoperindag, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan dan Badan Pendapatan, Jum’at (18/08).
Dikesempatan itu, Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Laut dituding mengendapkan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rapatpun semakin alot.
“Tadi pak Kadis Perikanan agak kesal, ketika dicurigai tidak menyetorkan retribusi, informasi ini dari lembaga yang terhormat (DPRD-red), lembaga ini ada 20 orang, artinya katakanlah benar walaupun itu sakit, agar tidak menjadi isu liar,” cecar Laongke.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perikanan Herto Sampelan membantah isu yang telah mencoreng Dinas yang dipimpinnya itu. Ia mengatakan sangat kecewa atas isu itu, petugas penarik retribusi bekerja siang malam meski begitu masih terus dicurigai.
“Dan jujur, Saya bersumpah di tempat ini, Dinas Perikanan tak satu rupiah-pun mengendapkan PAD,” tegas Herto.
Proses pembayaran retribusi, kata Herto, memiliki tiga blanko yang yang digunakan oleh petugas penarik retribusi dan ketika telah terkumpul petugasnya segera menyetorkannya ke Bank.
“Dinas Perikanan merasa terpukul, saya hanya mengimbau kepada petugas bekerjalah yang benar,” katanya.
