Dikatakan, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun umat.
“Kagiatan ini merupakan bagian kemitraan strategis. Sehingga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial saja, melainkan memperdalam agama ditengah dinamika perkembangan zaman dan membangun kerukunan umat,”pinta bupati berharap.

Mengawali acara utama yakni ceramah kebangsaan yang dibawakan KH.Zulfa Mustafa, mengupas tentang peran ulama dan para tokoh bangsa lainnya dalam merumuskan pancasila.
Seiring perkembangannya, situasi bangsa diperhadapkan dengan sejumlah rentetan pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok komunis merongrong dasar negara Pancasila.
Namun berkat perjuangan gigih seluruh elemen bangsa, terutama para ulama, Pancasila sebagai konsensus kebangsaan tetap sakti di tengah deraan ideologi-ideologi yang tak ramah dengan kemajemukan bangsa Indonesia.
Ulama tidak hanya berperan dalam penyusunan dasar negara Pancasila, tetapi juga mempertahankannya hingga kini.
KH. Zulfa Musthofa menegaskan bahwa, Indonesia adalah negara dengan keragaman agama, budaya, dan etnik, namun semua perbedaan itu disatukan dalam satu pandangan bersama, yakni Pancasila.

Apapun latar belakang kita, adalah satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia, yang harus bersatu dan saling bergandengan tangan membangun Indonesia,” tegasnya.
