Sebagian menganggap kalimat tersebut sekadar ucapan simbolis kepada pimpinan baru BGN. Namun tidak sedikit pula yang menilai frasa itu merupakan sindiran atau pesan terselubung yang berkaitan dengan dinamika internal lembaga di tengah mencuatnya kasus korupsi MBG.
Muncul Setelah Pergantian Pimpinan BGN
Sebelum kasus ini mencuat, Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan di BGN.
Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala BGN, sementara Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung tidak lagi menjabat sebagai wakil kepala badan.
Sebagai penggantinya, Nanik S. Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru dan didampingi Agustina Arum Sari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala badan.
Tersandung Kasus Dugaan Korupsi MBG
Dalam perkara yang sedang disidik Kejaksaan Agung, Sony Sonjaya, Dadan Hindayana, dan Lodewyk Pusung ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Penyidik menduga terjadi penyimpangan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Para tersangka disebut mengendalikan sejumlah yayasan pengelola SPPG melalui pihak lain untuk memperoleh keuntungan secara tidak sah.
