Selain itu, rotasi kepemimpinan semacam ini dianggap dapat meminimalkan gesekan antarfigur politik dan membuka ruang regenerasi yang lebih teratur.
Namun, tidak semua pihak melihatnya sesederhana itu.
Sejumlah pengamat media sosial mengingatkan bahwa hubungan politik antarfigur tidak selalu berjalan linear. Publik masih mengingat adanya perbedaan sikap yang sempat mencuat ke ruang publik antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Palu pada 2025 lalu.
Meski tidak berkembang menjadi konflik terbuka, peristiwa tersebut kerap dijadikan alasan oleh sebagian warganet untuk mempertanyakan apakah duet Anwar-Hadianto benar-benar realistis diwujudkan.
Masih Jauh dari Kepastian
Terlepas dari ramainya perbincangan, realitas politik menunjukkan bahwa seluruh skenario tersebut masih sangat dini untuk disimpulkan.
Pilgub Sulawesi Tengah 2030 masih beberapa tahun lagi dan banyak variabel dapat berubah, mulai dari dinamika partai politik, tingkat elektabilitas figur, hingga kinerja para pejabat yang saat ini masih aktif menjabat.
Di sisi lain, Reny Lamadjido juga baru menjalani periode pertama sebagai wakil gubernur. Secara politik, keputusan meninggalkan jabatan untuk maju pada level pemerintahan yang berbeda tentu memiliki konsekuensi tersendiri.
