“Lakukanlah terobosan kreatif ditengah pandemik covid dalam mengakselerasikan pembangunan dimasing masing daerah.” sebut Gubernur.
Lanjut Longki, dalam melaksanakan pemerintahan koordinasi harus dilakukan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota yang merupakan satu hirarki terkoneksi.
Yang terpenting saling menjaga keharmonisan dalam sistem pemerintahan antara bupati dan wakilnya, walikota dan wakilnya. “Saya dengan pak Darto (wakil gubernur/almarhum) sampai beliau meninggal saling menghargai dan mengormati,” ucapnya.
Sedikit menyinggung disharmonisasi yang terjadi antara kepala daerah dan wakilnya sampai kejadian banting pintu, dan itu tidak perlu saya sebutkan daerahnya. “Kalau ada apa – apa berkoordinasilah dengan baik,” pintahnya.
Olehnya harmonisasi itu penting dan harus dijaga dengan baik agar program dan visi misi pemerintahan dapat berjalan baik. “Tugas wakil diatur dalam undang undang membantu tugas bupati, kalau ada apa – apa koordinasi dengan baik,” tegasnya.
Ditengah pandemik kita Provinsi Sulawesi Tengah dapat melantik secara tatap muka 5 kepala daerah dari 7 kabupaten/kota dan 1 provinsi yang menggelar pilkada serentak 2020.
“2 kabupaten yakni Morowali Utara dan Tojo Una – Una menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.
