Berita Utama

Soal Tambang Nikel, Ini Rekomendasi Komisi 2 DPRD Banggai

Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas rencana beroperasinya Tambang Nikel di Wilayah Kecamatan Masama, Lamala dan Bualemo, yang digelar di ruang rapat kantor DPRD setempat, Selasa (12/1).[Foto:Dokumentasi BanggaiPost]
Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas rencana beroperasinya Tambang Nikel di Wilayah Kecamatan Masama, Lamala dan Bualemo, yang digelar di ruang rapat kantor DPRD setempat, Selasa (12/1).[Foto:Dokumentasi BanggaiPost]

Pernyataan bernada keras terkait penolakan beroperasinya Tambang Nikel sangat kencang dihembuskan oleh para tokoh yang hadir dalam rapat. Seperti dilontarkan Tokoh Adat Kecamatan Masama, Rahmat Djalil.

Menurutnya, tidak ada satupun kemakmuran masyarakat yang dihasilkan dari sektor pertambangan khususnya nikel. Yang terjadi adalah dampak kerusakan lingkungan yang dirasakan masyarakat,”Tunjukan kepada kami wilayah mana yang masyarakatnya makmur dengan beroperasinya Tambang nikel,”tegasnya.

Senada dikatakan, Tokoh Pemuda Masama, Gafar Tokalang. Ditegaskan, Kecamatan Masama merupakan wilayah lembah yang sangat beresiko jika tambang nikel beroperasi di wilayah itu.

Jika kawasan yang lebih tinggi (Perbukitan/Gunung.red) digarap sebagai areal tambang nikel, maka dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya.

Masyarakatpun saat ini kata dia dibuat resah dengan rencana beroperasinya Tambang nikel di wilayah itu. Apalagi mayoritas profesi masyarakat sebagai petani, yang menginginkan lahan dan lingkungan mereka tetap lestari dalam mengembangkan sektor pertanian,”Tiba-tiba sudah ada info masuknya tambang nikel. Ada indikasi situasi kekacauan ini sengaja di ciptakan. Mengapa hal ini tidak dijelaskan secara terang benderang,”kesalnya.

Bagikan: