Selain serapan anggaran yang masih kecil, target PAD juga masih jauh dari yang ditargetkan. Aleg asal Partai Demokrat itu mengungkapkan, dinas perikanan merupakan salah satu dinas yang diharapkan bisa memberikan PAD besar tetapi sayangnya sampai saat ini dari target yang diberikan sekitar Rp. 97 juta dinas perikanan baru mencapai Rp. 14 juta atau sekira 20 persen saja. “Ada tiga sumber PAD di dinas perikanan yakni TPI, BBI dan cold storage PPI Mato,” ungkapnya.
“Untuk TPI yang setiap tahunnya di tarik retribusi, kemudian oleh BPK dijadikan temuan, sehingga tahun ini tidak ada lagi retribusi dari TPI. Tapi ada dua retribusi yakni BBI dan cold storage PPI Mato. Seharusnya ini bisa lebih besar, apalagi cold storage PPI Mato,” tandasnya.
Dia juga menyoroti, ketidakmampuan dinas dalam mencari solusi dalam peningkatan PAD serta peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena saat ini memang terkesan OPD-OPD hanya memberikan bantuan pada masyarakat tapi tidak ada evaluasi apakah bantuan tersebut berhasil atau tidak.
