Relevansi dengan Banggai
Pembahasan mengenai kemampuan sawit menyerap karbon menjadi menarik jika dikaitkan dengan aktivitas industri di Kabupaten Banggai yang terus berkembang sebagai salah satu pusat energi dan hilirisasi di Indonesia Timur.
Berdasarkan berbagai kajian lingkungan yang beredar, emisi tahunan dari industri amonia di kawasan Batui-Toili diperkirakan mencapai sekitar 1,23 juta ton COâ‚‚ ekuivalen per tahun.
Di sisi lain, apabila menggunakan angka penyerapan karbon sekitar 64,5 ton COâ‚‚ per hektare per tahun, maka perkebunan sawit seluas 30 ribu hektare secara teoritis berpotensi menyerap sekitar 1,9 juta ton COâ‚‚ per tahun.
Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa kapasitas penyerapan karbon dari sektor sawit di Banggai berpotensi berada pada tingkat yang sebanding, bahkan lebih tinggi dibandingkan emisi tahunan satu fasilitas industri amonia.
Namun para peneliti mengingatkan bahwa angka tersebut merupakan potensi teoritis yang tidak serta-merta mencerminkan kondisi lapangan. Kemampuan serapan karbon aktual dipengaruhi oleh umur tanaman, produktivitas kebun, kondisi tanah, penggunaan pupuk, aktivitas pengolahan di pabrik kelapa sawit, serta riwayat penggunaan lahan sebelum menjadi perkebunan.
