Pelayanan Publik

RSUD Luwuk Perkenalkan Pejabat Baru, Tarif Parkir, Pelayanan dan Infrastruktur Masih Menjadi Sorotan

Empat rekomendasi tersebut meliputi peningkatan penanganan limbah medis yang masih menimbulkan bau menyengat, perbaikan kenyamanan pelayanan rawat inap, pelaksanaan medical check-up sesuai ketentuan, serta pengawasan berkala oleh Inspektorat Daerah terhadap penggunaan anggaran, khususnya pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Tarif Parkir Dikeluhkan Keluarga Pasien

Sejak September 2025, tarif parkir di lingkungan RSUD Luwuk menjadi salah satu keluhan masyarakat. Sejumlah keluarga pasien mengeluhkan tarif Rp5.000 setiap kali kendaraan keluar dari area rumah sakit.

Biaya tersebut dinilai memberatkan, terutama bagi keluarga pasien rawat inap yang harus berulang kali keluar untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Pada April 2026, anggota Komisi III DPRD Banggai, Herdiyanto Djiada, menyoroti setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir RSUD Luwuk yang disebut berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan, meskipun jumlah pasien meningkat.

Pengelolaan parkir yang melibatkan pihak ketiga juga menjadi perhatian dalam persoalan penerimaan daerah tersebut.

Infrastruktur Rumah Sakit

Persoalan lain berkaitan dengan kondisi infrastruktur RSUD Luwuk. Rumah sakit tersebut dilaporkan terdiri atas sekitar 40 unit bangunan terpisah dengan usia dan kondisi yang beragam.

Sejumlah persoalan pemeliharaan, termasuk atap bocor dan plafon rusak, turut menjadi perhatian.

Bagikan: