PAGIMANA, BANGGAIPOST.COM
Krisis air bersih yang berlarut di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, mendapat sorotan Komisi III DPRD Banggai. Hasil identifikasi lapangan pada 7 Oktober 2026 menemukan 49 titik kebocoran pada jaringan pipa dari dua sumber mata air utama, yakni Ampera dan Uwedaka.
Temuan tersebut terungkap melalui penjelasan teknis PDAM Banggai dan Kepala Unit PDAM Pagimana, serta pemeriksaan lapangan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banggai, Suprapto.
Berdasarkan hasil identifikasi, kebocoran pada jaringan pipa sumber mata air Ampera ditemukan di 14 titik. Sementara itu, pada jaringan Uwedaka terdapat 35 titik kebocoran.
Anggota Komisi III DPRD Banggai, Herdi Djiada, menyebut kerusakan jaringan pipa tersebut sebagai salah satu kendala krusial yang harus segera ditangani untuk memperbaiki distribusi air kepada pelanggan.
Komisi III meminta PDAM segera menyusun perhitungan kebutuhan anggaran perbaikan agar penanganan kerusakan dapat diperjuangkan dan direalisasikan dalam waktu dekat.
Dari sekitar 2.000 pelanggan PDAM di Pagimana, saat ini hanya sekitar 1.300 pelanggan yang terlayani secara maksimal.
Kemarau Panjang dan Kerusakan Jaringan
Persoalan air bersih di Pagimana bukan kali pertama dikeluhkan warga. Pada akhir September 2026, warga Desa Sepa, Lambangan, Pisou, dan Basabungan mengeluhkan penurunan debit air yang mengalir ke rumah-rumah mereka.
