“Sejak awal program ini minim pengawasan. Saat kami tanyakan ke UPT Dinas Pertanian, mereka justru mengaku tidak pernah turun ke lapangan. Lalu siapa yang harus memastikan bantuan digunakan dengan benar?” tukasnya.

Ketua Kelompok Bantah Semua Tudingan
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kelompok Markiano alias Cili membantah seluruh tuduhan. Ia menyebut bahwa semua bantuan masih ada dan tidak pernah dijual.
“Apa yang mereka sampaikan tidak benar. Pupuk, sapi, dana bantuan, traktor—semuanya masih ada. Mesin penggiling padi juga tidak pernah ada dalam daftar bantuan. Tudingan itu tidak berdasar,” ujarnya saat dikonfirmasi Banggai Post, Kamis (26/6/2025).
Markiano bahkan menyebut bahwa persoalan ini sudah pernah dilaporkan ke Kejaksaan dan telah dilakukan pemeriksaan.
“Kejaksaan sudah turun langsung, bahkan klarifikasi ke Dinas Pertanian. Hasilnya, tidak terbukti. Kalau saya salah, saya pasti sudah dipenjara,” tandasnya.
Permintaan Audit Independen dan Aksi Nyata
Baik Alton maupun Yaris tetap bersikeras bahwa dugaan penyalahgunaan ini harus diusut tuntas. Mereka meminta agar pemerintah daerah, Kejaksaan, dan Dinas Pertanian membentuk tim independen untuk melakukan audit lapangan.
