Iklan Banggai Post
Breaking News

Presiden Mahasiswa Untika Desak KTT PT KFM Buka Data Pembebasan Lahan Petani Desa Tuntung, Perusahaan Siap Bongkar Dokumen di RDP

Menjelang rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Banggai, polemik pembebasan lahan petani di Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, kembali mengemuka. Presiden Mahasiswa Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, Chairul Akhyar, mendesak Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Koninis Fajar Mineral (KFM) membuka seluruh dokumen pembebasan lahan yang dipersoalkan masyarakat.

Menurut Akhyar, transparansi menjadi langkah penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang sekaligus memastikan hak-hak petani benar-benar terpenuhi.

Dalam rilis yang diterima Banggai Post, Sabtu (1/8/2026), Akhyar menyebut pihaknya menerima informasi dari sejumlah warga yang mengaku belum menerima pembayaran atas lahan mereka. Di sisi lain, sebagian lahan disebut sudah tidak lagi dapat diakses dan sebagian lainnya telah dinyatakan sebagai lahan yang dibebaskan.

“Persoalan ini tidak boleh berhenti pada klaim sepihak. Harus ada verifikasi terbuka terhadap seluruh dokumen dan aliran pembayaran agar fakta sebenarnya diketahui para pemilik lahan,” ujar Akhyar.

Ia menilai pernyataan bahwa lahan masyarakat telah atau akan dibayarkan belum cukup apabila tidak disertai bukti administrasi yang dapat diperiksa bersama.

Selain itu, Akhyar mengungkapkan para petani pernah meminta pengembalian dokumen kepemilikan yang telah lama berada di pihak perusahaan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, dokumen tersebut disebut berada di kantor pusat perusahaan.

Bagikan: