Sejarah politik daerah sering menunjukkan bahwa poros tengah yang kuat jarang lahir dari ruang kosong. Biasanya ia lahir dari pecah kongsi di dalam kubu besar, atau dari krisis yang memaksa realignment kekuatan. Saat ini, hubungan Anwar-Tamoreka masih terlalu hangat untuk menduga adanya perpecahan.
Namun sebagai latihan membaca masa depan, gagasan itu tetap menarik untuk dipikirkan.
Pertanyaannya, pada 2030 nanti Banggai masih akan berkutat pada pertarungan Klan Benny (Tamoreka) versus Sulianti (Murad)? Ataukah akan muncul poros tengah yang mampu menawarkan sesuatu yang benar-benar baru?
Saya belum tahu jawabannya.(*)
