Berita Utama

Potensi Poros Tengah

Namun di sinilah skeptisisme saya muncul.

Hubungan Anwar Hafidz dan klan Tamoreka sejauh ini terlihat cukup mesra dan baik. Sebagai Gubernur, ia melantik Amirudin Tamoreka dan mendukung pemerintahan petahana. Sementara Benny Tamoreka โ€” adik kandung Bupati Amirudin yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai โ€” semakin menegaskan posisi klan Tamoreka sebagai kekuatan utama. Headline โ€œBeny Versus Suliantiโ€ yang kini beredar di media online hanyalah pemanasan awal dari pertarungan yang sudah terlihat jelas.

Dalam situasi seperti ini, apakah Anwar Hafidz benar-benar akan membangun poros tengah yang independen? Atau justru lebih memilih menyerahkan mesin Partai Demokrat untuk mendukung kubu Tamoreka/Benny?

Kedua skenario sama-sama masuk akal.

Poros tengah memang menarik di atas kertas. Anwar bisa menjadi titik temu bagi kekuatan-kekuatan yang selama ini tercecer โ€” aktivis muda, organisasi kepemudaan, kelompok masyarakat yang lelah dengan polarisasi dua kutub. Tapi tantangannya sangat berat: Demokrat harus membangun mesin politik dari nol di Banggai, sementara hubungan baik dengan Tamoreka bisa menjadi batu sandungan politik dan citra.

Bagikan: