Menurutnya, potret kasus pasien yang tak puas dan harus pindah ke faskes lain, merupakan cerminan pelayanan yang tidak maksimal di RSUD Luwuk.
“Kenapa dia harus pindah ke RS Claire Medika? Karena pasien merasa tidak puas dengan pelayanan Rumah Sakit Luwuk. Ini potret yang harus kita ambil dan jadi bahan evaluasi,” cetusnya.
Kasus ini kata Herdi, hanya salah satu contoh dari kasus-kasus lainnya yang juga pernah terjadi karena ketidakpuasan pelayanan rumah sakit.
“Kalau kita lihat, beberapa waktu lalu, banyak masyarakat yang komplain dengan pelayanan RSUD Luwuk. Jadi saya kira, pelayanan harus lebih dimaksimalkan dan ini jadi evaluasi bersama,” tekannya.
Dalam RDP itu, pihak RSUD Luwuk mengklaim, penempatan pasien di Kelas 3 yang tak sesuai dengan kepesertaannya, karena ruangan Kelas 1 saat itu full.
Kondisi ini tentunya mendapat sorotan tajam dari Herdi, selaku Anggota DPRD Banggai. Menurutnya, RSUD Luwuk sebagai rumah sakit rujukan dari beberapa daerah, harusnya memiliki fasilitas memadai.
“Kenapa hal-hal mendasar seperti ini (penambahan ruang inap), harusnya ini menjadi skala prioritas pemerintah daerah ketimbang pembangunan seperti kolam renang,” ucap Herdi.
