Namun, pelatih Paraguay Gustavo Alfaro menegaskan timnya tidak gentar menghadapi lawan sekelas Prancis. “Francia es una tormenta eléctrica… Tenemos que encontrar la manera de evitar que nos caigan los rayos.” .(“Prancis adalah badai petir. Kami harus menemukan cara agar tidak tersambar petirnya.”). Pernyataan tersebut disampaikan Alfaro dalam konferensi pers resmi jelang pertandingan yang dikutip FIFA dan sejumlah media internasional.
Analogi “badai petir” menggambarkan betapa berbahayanya lini serang Prancis yang dihuni pemain-pemain cepat dan kreatif. Sebaliknya, pelatih Prancis Didier Deschamps menolak menganggap remeh Paraguay. Menurutnya, keberhasilan wakil Amerika Selatan itu mencapai babak 16 besar bukanlah sebuah kebetulan. “Apa yang dicapai Paraguay bukan kebetulan. Mereka adalah tim Amerika Selatan yang sangat kuat dalam duel. Anda tidak bisa mencapai babak 16 besar secara kebetulan,” komentar Deschamps dalam konferensi pers resmi FIFA sehari sebelum pertandingan.
Kapten Prancis Kylian Mbappé juga mengakui cuaca panas di Philadelphia menjadi perhatian seluruh pemain. “Saya bahkan sudah memikirkan ruang ganti dan pendingin udara karena cuacanya sangat panas. Tetapi kami datang ke sini untuk menang.”
