Dengan perangkat digital itu, tenaga kesehatan dapat memasukkan hasil pemeriksaan pasien, melengkapi data kesehatan, serta memperbarui informasi yang dibutuhkan dalam sistem pelayanan. Pekerjaan yang sebelumnya banyak mengandalkan pencatatan manual kini berangsur beralih ke sistem digital.
Perubahan ini membuat pekerjaan tenaga kesehatan tidak hanya berlangsung di ruang pemeriksaan. Di balik interaksi langsung dengan pasien, ada pula pekerjaan administratif yang harus diselesaikan agar setiap pemeriksaan terdokumentasi dengan baik dan riwayat kesehatan pasien dapat ditelusuri kembali ketika dibutuhkan.
Meski demikian, bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan, apa yang terlihat di depan mata tetap menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pasien tentu berharap mendapat perhatian, penjelasan, dan pelayanan yang baik ketika berhadapan dengan petugas kesehatan.
Karena itu, digitalisasi pelayanan perlu berjalan beriringan dengan komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien. Ketika petugas harus menggunakan ponsel untuk memasukkan data atau mengakses aplikasi kesehatan, penjelasan singkat kepada pasien dapat membantu mencegah kesalahpahaman.
Sebaliknya, masyarakat juga perlu memahami bahwa penggunaan ponsel saat bertugas tidak serta-merta berarti petugas sedang mengabaikan pekerjaan. Konteks penggunaannya perlu dilihat secara utuh.
