Berita

Mengapa Dunia yang Menua Menjadi Tantangan bagi Kaum Muda?

Padahal, hubungan sosial tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan emosional. Koneksi sosial juga mendukung kesehatan, partisipasi ekonomi, dan kepercayaan antara generasi yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan masyarakat.

Kolaborasi Antargenerasi Menjadi Kunci

Menurut WEF, menghadapi perubahan demografi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, pembuat kebijakan, hingga generasi muda.

Pelaku usaha dapat berkontribusi melalui sistem kerja yang lebih fleksibel, kesempatan belajar sepanjang hayat, program kesehatan preventif, serta dukungan finansial bagi pekerja dan keluarga yang memiliki tanggung jawab pengasuhan.

Sementara itu, pemerintah perlu mengembangkan kebijakan yang menghubungkan sektor keuangan, kesehatan, perumahan, pengasuhan, dan ketenagakerjaan. Pendekatan yang terkoordinasi dinilai penting agar kebutuhan masyarakat berumur panjang tidak ditangani secara terpisah-pisah.

WEF juga menyoroti pentingnya menempatkan pencegahan dan penuaan sehat sebagai prioritas kebijakan. Perencanaan perlu mempertimbangkan kebutuhan generasi muda maupun lansia, sekaligus mengantisipasi perubahan sosial dan ekonomi dalam beberapa dekade mendatang.

Dalam konteks ini, generasi muda didorong menggunakan kerangka Longevity Economy Playbook untuk memetakan persoalan di lingkungan masing-masing, menyusun solusi praktis, dan membayangkan berbagai kemungkinan masa depan melalui pendekatan intergenerational foresight.

Bagikan: