Belum reda peristiwa tersebut, dua malam kemudian aksi serupa kembali terjadi di Desa Labotan, Kecamatan Lamala. Seorang peternak setempat juga kehilangan sapi miliknya setelah hewan itu ditemukan telah disembelih. Saat ditemukan, hanya bagian kepala yang tersisa, sedangkan sebagian besar tubuhnya diduga telah dibawa kabur oleh pelaku.
Kedua korban sempat merekam kondisi sapi mereka sebagai dokumentasi sekaligus barang bukti atas dugaan tindak pidana pencurian ternak yang kembali marak terjadi.
Maraknya aksi pencurian ternak membuat masyarakat semakin resah. Warga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polsek Lamala, agar segera melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku serta memutus jaringan pencurian ternak yang diduga telah lama beroperasi di wilayah tersebut.
“Kami berharap pihak berwajib segera bertindak, mengungkap pelaku, dan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar ada efek jera,” ujar salah seorang warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Banggaipost, kasus kehilangan sapi di wilayah Masama dan Lamala bukan kali pertama terjadi. Sejumlah warga menyebut pencurian ternak telah berulang dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, jumlah sapi yang dilaporkan hilang dan hingga kini belum berhasil ditemukan diperkirakan telah mencapai sekitar 22 ekor.
