Petani tersebut mengaku dimintai uang hingga Rp150 juta untuk mendapatkan bantuan combine harvester. Mendengar pengaduan itu, Mentan Amran langsung meminta aparat kepolisian bertindak. “Pak Kapolres, tangkap! Jangan kasih ampun. Rakyat jangan dibebani. Sudah susah,” tegas Amran.
Amran juga menegaskan bahwa bantuan alsintan pemerintah diberikan secara gratis kepada masyarakat. “Ini gratis untuk rakyat. Tidak ada tebusan-tebusan. Dan ini tanggung jawab Menteri,” ujarnya.
Tidak hanya Kapolresta Banggai, Libero juga melontarkan peringatan kepada sejumlah pejabat yang berkaitan dengan sektor pertanian di daerah.
Ia meminta kepala dinas, kepala desa maupun camat tidak memilih diam apabila mengetahui adanya praktik yang diduga membebani masyarakat dalam penyaluran bantuan pemerintah.
“Kadis Pertanian, Kepala Desa, Camat, kamu tutup mulut, kamu yang akan jadi korban. Ingat tidak sedikit orang yang sudah jadi korban hukum hanya karena ketakutan sama pejabat Pemda. Kamu diam menyembunyikan dalangnya, kamu yang diborgol. Kamu tutup mulut melindungi sutradaranya, kamu yang digunting botak,” kata Libero.
Pernyataan tersebut merupakan bentuk desakan agar siapa pun yang mengetahui persoalan tersebut dapat memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum.
