Agis mengatakan, rumah di tanah abang itu adalah rumah kontrakan yang sering di persewakan per kamar. Di rumah itu, juga terdapat sejumlah mahasiswa yang juga menyewa kamar di rumah tersebut, salah satunya Arbes Lamusu, salah seorang aktivis Kabupaten Banggai.
Menurut Agis, setelah diantar oleh Lutfi Samaduri di rumah tersebut sekitar pukul 11.00 malam, ia langsung tidur karena memang lagi kurang baik kesehatan, terutama pencernaan karena perutnya mules.
Memasuki waktu subuh, ia bangun dan melaksanakan sholat subuh. Saat sedang sholat rumah tersebut terdengar dilempari dari luar.
“Habis solat, anak-anak disitu bilang ada yang lempar. Tapi saat dicek keluar, tidak ada orang,” kata Agis.
Ia kemudian kembali masuk ke kamar dan melanjutkan tidur. Hanya saja, pertunya yang mules membuat ia harus ke kamar kecil dalam waktu yang cukup lama.
“Memang saya lama dikamar kecil, karena saya mules sekali dari malam,” katanya.
Agis benar benar kaget karena tiba-tiba ada sekelompok orang yang masuk dan memaksanya keluar dari kamar kecil. Mereka mencurigai dirinya sebagai Anggota DPRD yang melakukan permainan politik kotor.
