Editorial Banggapost.com
Kabupaten Banggai ternyata masih memiliki kemampuan fiskal untuk membiayai proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Hal itu terlihat dari berlanjutnya pembangunan Venue Kolam Renang Tahap II yang, jika digabung dengan tahap pertama, menyedot anggaran sekitar Rp30 miliar. Namun kemampuan tersebut sekaligus menghadirkan pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa Jembatan Masungkang, yang menjadi akses penting bagi pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat, justru dikabarkan akan dibangun menggunakan dana pribadi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid?
Pertanyaan itu bukan untuk memperhadapkan kolam renang dengan jembatan. Keduanya sama-sama merupakan bagian dari pembangunan. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana pemerintah menetapkan urutan prioritas ketika menyusun APBD.
Harus diakui, Pemerintah Kabupaten Banggai patut diapresiasi karena masih mampu menjaga kapasitas fiskalnya. Di tengah banyak daerah yang mengeluhkan ruang anggaran semakin sempit akibat dinamika transfer pemerintah pusat, Banggai masih memiliki ruang untuk mengalokasikan anggaran Rp15 miliar pada 2026 guna melanjutkan pembangunan venue kolam renang. Jika ditambah anggaran tahap pertama pada 2025, total investasinya mencapai sekitar Rp30 miliar.
Fakta ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih memiliki kemampuan untuk membiayai proyek-proyek bernilai besar.
