“Cuma hari ini torang te tau itu Pokja bagaimana ujungnya. Alasannya waktu itu tim Pokja pas mo turun meninjau laporan masyarakat di wilayah Ambalion, katanya ada polisi atau Brimob di lokasi. Nah, alasan itu yang disampaikan sehingga Pokja ditarik mundur. Sampai sekarang torang tidak tahu hasilnya bagaimana. Belum ditambah lagi muncul ini IUP baru. Pak Camat deng Pak Bupati bilang tidak tahu PT BKP ini. Baru torang masyarakat dianggap apa?” tutur Amir.
Data yang dihimpun media ini menyebutkan, Tim Pokja tersebut dibentuk untuk melakukan identifikasi, pendataan, serta penanganan berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat akibat aktivitas pertambangan di Desa Tuntung.
Namun setelah dibentuk, masyarakat mengaku tidak pernah lagi memperoleh informasi mengenai perkembangan maupun tindak lanjut hasil kerja tim tersebut.
