Oleh: Syarif Tayeb
Tulisan ini tidak datang untuk mengajari. Ia hadir sebagai titipan, doa yang tak bersuara, rasa yang tak meminta dipahami. Sebab cinta yang sejati tidak pernah menuntut penjelasan; ia cukup dihadirkan, lalu dijaga.
Dan hari ini, ketika akad diucapkan, cinta itu berpindah dari rasa menjadi amanah.Pernikahan bukan sekadar perayaan bahagia.
Pernikahan adalah keberanian paling sunyi: keberanian dua insan untuk pulang pada satu arah, menjadikan cinta sebagai ibadah, hidup sebagai pengabdian, dan kebersamaan sebagai jalan menuju ridha Allah. Pada hari akad, bukan hanya dua nama yang dipersatukan, melainkan dua jiwa yang sepakat untuk saling menundukkan ego, menenangkan langkah, dan bertahan, bahkan ketika perasaan tidak selalu berbunga.
Cinta sejati tidak selalu datang sebagai getar yang riuh. Ia kerap hadir sebagai ketenangan yang nyaris tak terdengar, ketenangan yang Allah titipkan pada hati-hati yang bersedia berjalan jauh tanpa janji yang tergesa. Tenang untuk menunggu, sabar untuk memahami,dan lapang untuk memaafkan.
