“Ini pengalaman saya ketika di Toli-toli. Jika ada bantuan, baik dari Pemda maupun Kemenag, saya mengkomunikasikan kepada pihak yang memberi bantuan, kalau bisa yang melakukan dan melaksanakan adalah Pengurus Alkhairaat ditempat itu,”pintanya.
“Kenapa? Ketika mereka diberikan tugas dan tanggungjawab, merekapun tidak menutup mata, tidak berhenti hanya sesaat membantu pembangunan madrasah Alkhairaat,”tambahnya.
Dibagian akhir sambutannya, Kakankemenag juga memberikan solusi atas problem yang dialami Madrasah Alkhairaat disetiap penerimaan siswa baru.
Sejumlah madrasah kata Kakankemenag, mengalami kesulitan untuk mencari siswa baru yang akan mengenyam pendidikan di Alkhairaat.
Baginya, ini bukanlah sebuah problem yang menyulitkan. Jika metode perekrutan siswa dilakukan secara berjenjang, dan mendapat dukungan orang tua.
Dengan begitu, kebutuhan siswa Madrasah Alkhairaat disemua jenjang, akan terpenuhi disetiap tahun ajaran.
“Tidak sedikit anak-anak kita yang lulus di madrasah ibtidaiyah Alkhairaat. Tidak susah mencari siswa. Cukup alumni tamatan ibtidaiyah dimasukkan ke MTs Alkhairaat. Begitupula alumni MTs dimasukkan ke Madrasah Aliyah Alkhairaat,”tuturnya.
