Namun, di balik perjalanan bisnisnya, nama Ferry beberapa kali dikaitkan dengan perkara hukum. Pada 2025, ia menjadi perhatian publik setelah ditangkap Polri dalam kasus dugaan penculikan, penganiayaan, dan perintangan penyidikan terhadap seorang anggota Densus 88 yang disebut tengah melakukan pembuntutan di kawasan Hotel Borobudur, Jakarta. Perkara tersebut sempat memicu perhatian luas karena melibatkan sejumlah institusi penegak hukum.
Ferry juga beberapa kali dikaitkan dalam berbagai pemberitaan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Cafe de’Clan sebelumnya dikenal sebagai salah satu lokasi yang beberapa kali didatangi Febrie. Meski demikian, hingga kini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan adanya pelanggaran hukum terkait hubungan tersebut.
Sumber di kepolisian menyebut penggeledahan di Cafe de’Clan merupakan bagian dari penelusuran aliran dana dan aset dalam perkara dugaan korupsi batu bara yang nilainya diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Penyidikan disebut masih terus berkembang dan dilakukan di sejumlah lokasi.
