LUWUK, BANGGAIPOST.COM
Kabut asap Karhutla yang kian menebal di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang masih mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.
Kondisi tersebut mendorong adanya desakan agar Pemerintah Daerah (Pemda) segera mengambil langkah antisipatif, termasuk mempertimbangkan penerapan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi siswa apabila kualitas udara dinilai tidak aman.
“Kami berharap Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait untuk memantau kualitas udara dan mengevaluasi kondisi di lapangan. Jika situasi semakin memburuk, pembelajaran daring dapat dipertimbangkan sebagai langkah perlindungan sementara bagi siswa dan tenaga pendidik,”pinta Mantan Birokrat Banggai Hasrin Karim kepada media ini, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, paparan asap yang berlebihan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama pada anak-anak yang lebih rentan mengalami iritasi mata, batuk, sesak napas, serta gangguan pernapasan lainnya. Karena itu, keselamatan dan kesehatan peserta didik perlu menjadi perhatian utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran.
“Untuk itu kami juga berharap adanya informasi resmi dan langkah cepat dari instansi terkait agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan peserta didik,”ujarnya.
