Pertambangan

Jutaan Ton Nikel Dikeruk, Warga Pagimana Justru Kesulitan Air Bersih


PAGIMANA, BANGGAIPOST.COM


Lebih dari 13 juta metrik ton bijih nikel disebut telah dikeruk dari Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, sepanjang 2023โ€“2026. Namun, warga masih menghadapi persoalan air bersih. Direktur Eksekutif Lembaga Aksi Peduli Lingkungan Hidup (LAPELHI) Kabupaten Banggai, Faisal S. Badjarat, mempertanyakan manfaat pertambangan bagi daerah penghasil dan mendesak pemerintah pusat segera memperjelas skema Dana Bagi Hasil (DBH) nikel.

Menurut Faisal, terdapat enam perusahaan tambang nikel di Pagimana yang beroperasi sejak 2008 hingga sekarang. Besarnya aktivitas produksi itu, kata dia, belum diikuti kejelasan pembagian manfaat bagi masyarakat setempat. โ€œSoal tambang nikel misalnya, DBH belum diputuskan secara jelas oleh pemerintah. Sementara di daerah, kami sudah dijadikan objek pengerukan sumber daya alam. Seolah-olah sumber daya kami dikuras habis,โ€ ujar Faisal.

Ia menilai, daerah penghasil semestinya memperoleh bagian yang adil dari pemanfaatan kekayaan alamnya. Apalagi, masyarakat di sekitar wilayah pertambangan turut menghadapi persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar.

Ketika Nikel Melimpah, Air Bersih Bermasalah

Bagikan: