BANGGAIPOST.COM– Warga Desa Uwelolu, Kecamatan Toili Barat juga mengeluhkan program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) ayam pedaging.
Betapa tidak, penerima bantuan tersebut hanyalah aparat desa setempat dan anggota Hansip saja, tidak ada warga biasa.
Di Desa Uwelolu, program SJSP ayam pedaging didistribusikan kepada 15 warga. Dari 15 warga itu, 6 anggota Hansip dan 9 Ketua Rukun Tetangga atau RT.
Pengakuan bahwa hanya aparat desa saja yang menjadi penerima manfaat program itu diakui Ngadiono.
Ngadiono adalah Ketua RT II, RW I, Desa Uwelolu. “Hansipnya 6 (orang), RT 9 (orang). Hanya 15 saja. Saya Ketua RT II, RW 1, Uwelolu,” tutur Ngadiono kepada media ini ketika ditemui di kediamannya, pekan kemarin.
Hanya aparat desa yang menjadi penerima program SJSP dikeluhkan warga lainnya.
“Iya mas, kami gak dapat. Hanya aparat desa saja,” keluh warga saat berpapasan di jalan lingkungan Desa Uwelolu.
Ngadiono yang ditemui jelang Salat Magrib masih sempat mengajak ke bagian samping dapur rumahnya. Di sisi kanan rumahnya itulah, Ngadiono membangun kandang. Lima puluh ekor anakan ayam dibesarkannya di kandang mungil miliknya.
Ngadiono mengaku, tak mendapatkan untung dari hasil penjualan ayam pedaging miliknya. Begitu juga dengan penerima lainnya sebut Ngadiono, nasibnya tak berbeda jauh.
