Kebijakan Anggaran

Gagal Panen Mengancam Masama dan Toili, DPRD Banggai Desak Intervensi Anggaran


LUWUK, BANGGAIPOST.COM


Ancaman gagal panen akibat kemarau panjang kian menghantui sektor pertanian di Kabupaten Banggai. Ratusan hektare lahan persawahan terdampak kekurangan pasokan air. Kondisi ini tidak hanya mengancam pendapatan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan pokok dan memicu kenaikan harga di pasaran.

Persoalan tersebut menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Banggai, Suprapto. Ia meminta pemerintah daerah memprioritaskan kebutuhan bantuan pompa air dan sumur bor melalui penganggaran APBD Perubahan Tahun 2026.

Desakan itu disampaikan Suprapto dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banggai yang membahas hasil evaluasi Gubernur Sulawesi Tengah terhadap Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Selasa (3/11/2026).

“Kami sangat merasakan jeritan rakyat hari ini. Kami turun menemui mereka, melihat langsung ratusan hektare lahan pertanian gagal panen. Dampak kenaikan harga pun kian terasa. Kita saja masuk Pasar Simpong bawa uang Rp100 ribu serasa tak ada nilainya,” ujar Suprapto.

Ia mengungkapkan, persoalan kekeringan dan ancaman gagal panen terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya Kecamatan Masama. Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, sekitar 200 hektare sawah petani di wilayah tersebut dilaporkan gagal panen akibat debit air Irigasi Waru tidak lagi mengalir hingga ke area persawahan.

Bagikan: