Nurdin mengakui menurunkan Baliho Paslon AT-FM. “Saya menurunkan Baliho, tapi tidak semuanya, hanya sudutnya (baliho) saja saya kasih turun,” tuturnya Nurdin menjelaskan, kronologi perusakan baliho yang dilakukannya.
Nurdin menegaskan, kejadian itu malam yakni perusakan baliho, sama sekali tidak ada yang menyuruh, baik Paslon nomor urut 1, 2 dan 3.
“Tidak ada yang menyuruh, tidak ada beking-bekingan. Tidak ada yang kasih uang saya untuk turunkan baliho, tapi itu kejadian saya mabuk berat. Saya tidak bikin-bikin, saya waktu itu pulang ke rumah sudah mabuk berat,” tegasnya mengklasifikasi.
Usai kejadian menurunkan Baliho, Nurdin menyebut, massa berkumpul dan membawanya ke Polsek.
“Mereka menuntut saya harus bawa ke ranah hukum. Padahal itu malam saya sudah minta-minta maaf pada mereka, tapi mereka tetap mengamankan saya Polsek Kintom,” tambahnya.
Atas peristiwa itu, ini Nurdin mengaku tidak bisa lagi keluar rumah. “Jadi saya sampai sekarang saya dalam keadaan tidak bisa lagi kemana-mana. Kiranya, cukup sampai di sini (klarifikasi),” tandasnya. (*)
