Mungkin beberapa tahun lagi orang hanya akan mengingat bahwa Spanyol mengalahkan Argentina dengan skor 1-0. Namun, mereka yang menyaksikan pertandingan itu akan mengingat sesuatu yang lebih penting: malam ketika juara bertahan nyaris tidak diberi kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri.
Karena itu, final Piala Dunia 2026 bukan sekadar kisah tentang Spanyol yang menjadi juara dunia. Ia juga menjadi kisah tentang bagaimana sebuah tim mampu mendominasi panggung terbesar sepak bola dunia sedemikian rupa, hingga lawannya—sang juara bertahan—lebih banyak menjadi penonton daripada aktor di panggung yang seharusnya mereka miliki bersama.(*)
Luwuk, 20 Juli 2026
Penulis adalah petani pisang.
