Olahraga

Fifa Kritik Kampanye untuk Menjatuhkan Gianni Infantino

Federasi Sepak Bola Internasional (Fifa) mengecam apa yang disebutnya sebagai “upaya terkoordinasi dan berkelanjutan” untuk merongrong organisasi serta presidennya, Gianni Infantino.

Kecaman tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap Infantino, terutama dari sejumlah pihak di Eropa, menyusul kontroversi proposal Fifa Forward Enterprise (FFE) yang akhirnya dibatalkan.

FFE sebelumnya dirancang sebagai perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial dan tiket Fifa. Dalam proposal tersebut, sekitar 21 persen kepemilikan perusahaan direncanakan dijual kepada perusahaan investasi swasta.

Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah Uefa menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadapnya. Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, bahkan pada Jumat (7/8/2026) menyerukan agar Infantino mengundurkan diri.

Uefa juga menyatakan ancaman boikot terhadap sejumlah kegiatan Fifa masih berlaku. Badan sepak bola Eropa itu mengaku belum menerima jaminan bahwa proposal FFE tidak akan kembali dihidupkan.

Fifa: Infantino Dipilih Secara Demokratis

Dalam pernyataannya, Fifa menegaskan posisi Infantino tetap sah karena ia dipilih melalui proses demokratis oleh asosiasi anggota Fifa.

“Presiden Fifa dipilih secara demokratis oleh Asosiasi Anggota Fifa dan terus menjabat dengan mandat mereka,” demikian pernyataan Fifa, seperti dikutip BBC News, Sabtu (8/8/2026).

Bagikan: