Dari 1.250 benih yang disebar, Rusdi mengestimasi, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) benih lele bisa menyentuh angka 75 persen. Dengan begitu, setiap pembudi daya dapat memanen sebanyak 900-an ekor lele dalam jangka 3 bulan pemeliharaan.
โKalau kita asumsikan 6-7 ekor per kilogram, ini berarti dalam jumlah populasi yang ada tersebut, maka hasil yang diperoleh dari budi daya ini kurang lebih 150-an kg. Dengan asumsi harga per kg, misalkan Rp 30 ribu, maka bisa didapat sekitar Rp 4,5 juta per orang,โ ujarnya.
Terkait pemasaran hasil budi daya lele, di samping untuk memenuhi kebutuhan di Banggai, kata Rusdi, sudah ada permintaan dari luar daerah seperti Kabupaten Morowali.

Oleh karena itu Rusdi berharap, selain memenuhi kebutuhan gizi yang berdampak pada penurunan angka stunting di Banggai, program tersebut juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat penerima bantuan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Banggai, Aonurofiq menjelaskan, selain Satu Juta Satu Pekarangan, bantuan benih ikan lele juga diberikan kepada pembudi daya yang terkena dampak inflasi.
